Oleh: rhodesyup1 | Februari 9, 2011

Denjapi, Dendeng Menguntungkan dari Bahan Sampah

Banyak orang mengeluhkan gaji yang tidak cukup sebagai pegawai. Untuk menutupi kebutuhan, mereka akhirnya menggeluti usaha rumahan dengan modal kecil. Usaha rumahan modal kecil memang menjadi alternatif yang cukup efektif untuk mendapatkan penghasilan tambahan. Usaha rumahan dikelola dengan cara sederhana dan dengan modal yang tidak terlalu besar.

Dendeng dan abon umumnya terbuat dari daging. Namun, di Cimahi, jantung pisang pun bisa disulap menjadi dendeng dan abon yang lezat serta menggiurkan.

Adalah Bambang Eko Putro yang kali pertama memperkenalkan makanan itu. Di Cimahi, dendeng dan abon jantung pisangnya sudah sangat terkenal. Warga menyebutnya sebagai denjapi alias dendeng jantung pisang dan bonjapi atau abon jantung pisang.

Dari sisi bentuk, nyaris tak ada beda antara denjapi dan bonjapi serta dendeng dan abon biasa yang terbuat dari daging. Dari sisi rasa, makanan-makanan ini juga tak jauh beda, terlebih untuk bonjapi yang di Cimahi sudah dipasarkan sejak sekitar lima tahun lalu.

Bambang mengaku, ketertarikannya mengolah jantung pisang berawal ketika dia melihat jantung pisang tercecer tanpa manfaat di sisi jalan yang dilewati. Bambang langsung ingat kepada sang nenek di Kediri yang sering menyajikan sayur jantung pisang sebagai menu makanan.

“Saya mulai coba-coba buat menu makanan dari jantung pisang tahun 2003. Kalau diamati, tekstur serat jantung pisang mirip serat daging. Lalu, saya coba membuat bumbu dendeng sehingga jadi menu denjapi,” papar sarjana ekonomi yang pernah bekerja di perusahaan perangkat pemanas air ini ketika ditemui di rumahnya di Perumahan Puri Cipageran Indah, Cimahi, beberapa waktu lalu.

Melalui industri skala rumah tangga inilah Bambang dalam sehari rata-rata mampu memproduksi 400 kemasan denjapi dan 100 kemasan bonjapi. Produk tersebut dipasarkan melalui penjual dan 30-an penyalur di wilayah Jawa Barat. Adapun pengiriman produk ini ke Malaysia dan Singapura dilakukan hanya bila ada permintaan.

“Saya belum bisa melayani jumlah pemesanan banyak, satu kontainer misalnya. Ketersediaan bahan baku masih jadi kendala. Agak sulit mendatangkan jantung pisang dari luar Jawa Barat karena daya tahannya cuma dua hari,” ungkap Bambang.

Sebagian bahan baku jantung pisang atau juga pisang diperoleh dari kebun pisang milik Bambang di wilayah Cipageran, Cimahi, seluas tiga hektar dan kebun pisang seluas 10 hektar di Darangdan, Purwakarta.

“Saya masih terus mengumpulkan berbagai jenis pisang dari seluruh Indonesia untuk ditanam di kebun. Makanya kalau dari daerah, saya selalu bawa bonggol pisang sebagai oleh-oleh. Ada yang dari Aceh, Kalimantan, dan daerah lain.”

“Ke depan, saya ingin membuat kebun saya menjadi area wisata kebun. Di tempat ini masyarakat bisa mendapat wawasan tentang aneka jenis pisang sekaligus melakukan penelitian,” tutupnya.

Bagi yang berminat membuka usaha rumahan, berikut ini ada jenis usaha yang bisa Anda kelola bersama keluarga. Usaha ini cukup unik dan sedang tren di masyarakat. Modalnya pun tidak terlalu banyak dan bisa dikelola dengan cukup mudah. Usaha mengolah jantung pisang menjadi dendeng.

Jantung Pisang

Jantung pisang ternyata punya kandungan gizi yang cukup baik. Berdasarkan hasil analisis laboratorium, jantung pisang memiliki kadar protein 12,5%, karbohidrat 34,83%, dan lemak 13,05%, sehingga cocok untuk para vegetarian. Sayangnya, jantung pisang sering dianggap tidak berharga. Jantung pisang yang muncul setelahpohon pisang berbuah biasanya akan langsung dipotong dan dibuang begitu saja.

Dendeng dan Abon Jantung Pisang

Padahal, sebenarnya, jantung pisang masih bisa dimanfaatkan. Misalnya, dibuat sayur dan lalapan. Bahkan, jantung pisang bisa dibuat dendeng, seperti yang dilakukan oleh Bambang Eko Putro dari Cimahi. Eko menjadi pelopor orang yang pertama kali mengenalkan dendeng jantung pisang. Ia menamai produknya dengan nama “Denjapi” yang merupakan akronim dari dendeng jantung pisang.

Eko juga bisa mengolah jantung pisang menjadi abon. Ia menamai abon jantung pisangnya dengan “Bonjapi” yang merupakan akronim dari abon jantung pisang.

Pemasaran Hasil Produksi

Hasil kreasi Eko itu kemudian menjadi bisnis yang sangat menguntungkan. Ia pun membuka industri skala rumahan dengan menu jantung pisang. Dalam sehari, Eko mampu memproduksi hingga 400 kemasan Denjapi dan 100 kemasan Bonjapi. Ia memasarkan produknya melalui penjual dan sekitar 30 penyalur di wilayahJawa Barat. Bahkan, ia juga sering mendapatkan pesanan dari Singapura dan Malaysia.

Jika tertarik, tentunya Anda juga bisa meniru usaha rumahan tersebut. Modal yang dibutuhkan tidak terlalu banyak. Anda bisa memulainya meskipun hanya punyamodal di bawah satu juta rupiah. Banyak atau tidaknya modal bergantung seberapa besar Anda akan memproduksinya.

Cara Membuat Dendeng Jantung Pisang

Membuat dendeng jantung pisang ternyata tidak terlalu sulit. Bahan-bahan yang dibutuhkan cukup sederhana dan murah. Anda bisa memulai pembuatan dengan mengumpulkan 4 buah jantung pisang. Kemudian, sebagai bumbu tambahan, Anda siapkan ketumbar 2 sendok makan, ikan teri 50 gr, bawang merah 10 buah, bawang putih 4 siung, dan gula merah secukupnya.

Pembuatannya cukup mudah. Sama seperti Anda akan memasak sayuran. Setelah mengumpulkan jantung pisang dan bumbu, kupaslah jantung pisang yang telah Anda kumpulkan. Kupas kulit luarnya hingga terlihat kelopak bagian dalam yang berwarna putih kemerah-merahan. Kemudian, cucilah jantung pisang tersebut hingga bersih.

Setelah dicuci, rebus jantung pisang hingga lunak. Lalu, tumbuk jantung pisang yang telah direbus hingga halus. Siapkan bumbu, haluskan, lalu masak di dalam wajan. Campurkan jantung pisang yang telah ditumbuk ke dalam bumbu di wajan. Aduk-aduk campuran jantung dan bumbu hingga merata. Untuk menambah citarasa, tambahkangula merah secukupnya.

Adonan dendeng bisa diangkat setelah masak dan merata dengan bumbu. Letakkan adonan di atas sebuah tampan sambil dicetak sesuai dengan selera. Namun, usahakan cetakan dendeng jangan terlalu tebal supaya cepat kering. Lalu, jemurlah cetakan dendeng tadi selama 2 hingga 4 hari hingga kering. Setelah terlihatkering, gorenglah dendeng hingga masak.

Terakhir, kemaslah dendeng yang telah digoreng ke dalam kantong plastik atau wadah lain. Dendeng yang telah dikemas siap untuk dijual. Selamat mencoba! (fn/km/aa/Klik video dari Kantor Berita Indosiar.com) www.suaramedia.com

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: