Oleh: rhodesyup1 | Februari 9, 2011

Waspada, Batuk Rejan Sebabkan Perdarahan Pada Putih Mata

Mengalami batuk rejan yang juga dikenal dengan istilah batuk 100 hari tentu membuat kita tak nyaman. Karena bisa berlangsung dalam waktu lama bahkan berbulan-bulan, batuk bertubi-tubi bisa menganggu berbagai aktivitas kita sehari-hari. Mari kita lebih mengenal batuk yang disebabkan bakteri Bordetella pertussis ini beserta cara penanganannya.

Batuk rejan atau pertusis adalah suatu infeksi sangat menular pada saluran pernapasan yang disebabkan bakteri. Batuk rejan mudah sekali ditularkan karena menyebar melalui sebutir cairan ludah yang keluar saat batuk atau bersin. Bakteri ini juga dapat menyebar dari tangan ke hidung bila tangan telah bersentuhan dengan bakteri tersebut.

Waspada batik rejan karena penularan penyakit ini dapat terjadi melalui batuk penderita yang terhirup oleh orang sehat.

Gejala
Gejala batuk rejan antara lain:
* Pilek
* Bersin
* Mata merah, mata berair
* Demam ringan
* Batuk kering

Batuk ini dijuluki batuk 100 hari karena memang bisa berlangsung cukup lama mulai dari enam hingga delapan minggu. Mulanya, timbul gejala mirip flu seperti demam dan pilek lalu diiringi batuk berkepanjangan. Terkadang batuk ini bisa menyebabkan muntah. Batuk skala berat biasanya berlangsung 2-6 minggu dan dua minggu setelah itu berupa pemulihan.

Waspada pula, batuk rejan juga bisa menyebabkan perdarahan subconjunctival (perdarahan pada bagian putih mata), hernia, dan pneumotoraks atau lebih dikenal dengan istilah angin duduk. Selain itu, ada juga kemungkinan pneumonia dan tuberkolosis karena sistem kekebalan tubuh yang menurun. Berat badan juga bisa menurun akibat berkurangnya nafsu makan.

Pencegahan penularan
Ada baiknya penderita untuk beristirahat dan jauh dari orang-orang agar batuk tak menyebar. Selain itu, penderita biasanya juga akan diberikan pengobatan antibiotik. Ada juga vaksinasi flu yang kini sudah Anda bisa dapatkan di beberapa rumah sakit. Vaksin flu jenis terbaru bahkan dinilai lebih aman dan efek sampingnya lebih sedikit.

Penanganan
Supaya tubuh kita lebih kebal terhadap bakteri, cukupilah kebutuhan nutrisi dan cairan. Hindari pula beberapa faktor yang memperparah batuk seperti menangis berlebihan. Bila sudah mengalami gejalanya, segera mungkin dapatkan pengobatan dini supaya tak lebih buruk. Penyebaran bakteri pertusis juga bisa ditekan dengan antibiotik seperti eritromisin.

Perawatan
Jika batuk rejan menyerang bayi, bayi sebaiknya dirawat di rumah sakit karena batuk rejan lebih berbahaya bagi kelompok usia tersebut. Oleh karena itu penting bagi bayi untuk mendapatkan imunisasi pada usia 2, 4, 6, dan 18 bulan dan 4-6 tahun. (fn/mi/dt) sumber : www.suaramedia.com

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: